28 November 2012

MODAL VENTURA SYARIAH


A.     Konsep Modal Ventura Syariah

  1. Definisi Konsep
Konsep adalah abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas dari suatu entitas, kejadian atau hubungan. Singarimbun (1989) menyatakan: “Konsep adalah abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan, kelompok atau individu tertentu.
Jadi, konsep adalah universal di mana mereka bisa diterapkan secara merata untuk setiap ekstensinya.

  1. Definisi Modal
.         Modal, yaitu dana dari pendiri atau pemilik saham lembaga tersebut yang digunakan untuk kegiatan operasional dan investasi.

  1. Definisi Modal Ventura Syariah
Modal Ventura Syariah adalah suatu pembiayaan dalam penyertaan modal dalam suatu perusahaan pasangan usaha yang ingin mengembangkan usahanya untuk jangka waktu tertentu (bersifat sementara).

Modal ventura merupakan bentuk penyertaan modal dari perusahaan pembiayan kepada perusahaan yang membutuhkan dana untuk jangka waktu tertentu. Perusahaan yang diberi modal sering disebut sebagai investee, sedangkan perusahaan pembiayaan yang memberi dana disebut sebagai venture capitalist atau pihak investor. Penghasilan modal ventura sama seperti penghasilan saham biasa, yaitu dari dividen (kalau dibagikan) dan dari apresiasi nilai saham dipegang (capital gain).

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Modal Ventura Syariah yakni penanaman modal dilakukan oleh lembaga keuangan Syariah untuk jangka waktu tertentu, dan setelah itu lembaga keuangan tersebut melakukan divestasi atau menjual bagian sahamnya kepada pemegang saham perusahaan.

Adapun konsep perusahaan Modal Ventura Syariah adalah sebagai berikut:

a.      Mekanisme pembiayaan dalam Modal Ventura dilakukan dalam bentuk penyertaan modal.
b.     Metode pengambilan keuntungan dalam Modal Ventura dilakukan melalui bagi hasil atas keuntungan yang diperoleh kegiatan usaha yang dibiayai.
c.      Produk pembiayaan Modal Ventura dikeluarkan oleh lembaga keuangan bukan bank, yaitu perusahaan pembiayaan Modal Ventura.
d.     Jaminan dalam pembiayaan Modal Ventura tidak diperlukan, karena sifat pembiayaannya lebih condong ke sebuah bentuk investasi.
e.      Sumber dana untuk pembiayaan Modal Ventura bisa berasal dari perusahaan Modal Ventura sendiri dan juga berasal dari pihak lain.
f.       Upaya penyelesaian apabila terjadi wanprestasi dalam pembiayaan Modal Ventura, baik yang dilakukan oleh perusahaan Modal Ventura maupun perusahaan pasangan usaha, maka upaya penyelesaiaannya dapat dilakukan melalui: upaya damai, pengadilan negeri, dan lembaga arbitrase.[3]

B.     Operasional Modal Ventura Syariah

Di dalam pendirian Modal Ventura terdapat dua aspek penting dari maksud dan tujuannya. Pertama Modal Ventura adalah modal yang disediakan sebagai resiko yang mempunyai gagasan tanpa jaminan pengembalian modal atau keberhasilan di masa mendatang. Yang ada hanya sistem bagi hasil berupa dividen. Sehingga aspek keberanian pemilik modal menjadi hal penting dalam pengadaan keputusan. Itu sebabnya dasar utama semangat Modal Ventura terletak pada keyakinan terhadap pasangan usahanya. Kedua, sesuai dengan
prinsip dasar yang terkandung dalam jiwa Modal Ventura maka diseluruh dunia dibuat semacam kesepakatan bahwa penyertaan modal harus bersifat sementara. Jangka waktunya antara 5-10 tahun, sampai mitra usahanya mampu berdiri sendiri barulah sahamnya dijual kembali.

Langkah-langkah dalam Investasi Modal Ventura antara lain:

(a) Penilaian pendahuluan
(b) Konfirmasi pihak luar
(c) Negosiasi dan penawaran
(d) Dokumentasi hukum
(e) Monitor investasi
(f) Divestasi[4]

Ketentuan-ketentuan atas pelaksanaan pembiayaan dengan pola bagi hasil :

1.     Perusahaan Pasangan Usaha dan Perusahaan Modal Ventura menyertakan modal, baik berupa uang tunai maupun asset yang relevan dengan aktivitas suatu usaha yang akan dijalankan.
2.      Perusahaan Pasangan Usaha dan Perusahaan Modal Ventura secara bersama-sama akan menikmati setiap keuntungan dan menanggung kerugian yang ditimbulkan atas usaha yang dijalankan sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan bersama.
3.     Pencerminan yang diperoleh oleh Perusahaan Modal Ventura atas pembiayaan ini adalah:
  1. Bagi hasil dari laba usaha yang dijalankan.
  2. Pengembalian modal yang disertakan

4.  Besarnya persentase Bagi Hasil yang diterima oleh perusahaan modal ventura berdasarkan pada kesepakatan bersama antara perusahaan pasangan usaha dan perusahaan Modal Ventura. Persentasi bagi hasil yang diterima oleh perusahaan Modal Ventura dengan ketentuan:
      a.      Persentasi bagi hasil tidak melebihi dari 50% laba usaha.
b.     Persentasi bagi hasil akan dikoreksi setiap tahunnya atau diakhir pembiayaan.

5.  Jangka waktu pembiayaan sesuai dengan SK Men Keu, No: 125/KMK.013/1988 Jo.SK No: 468/KMK.017/1995, yaitu maksimal selama 5 tahun.[5]

 Kegiatan yang bisa dimasuki perusahaan modal ventura antara lain:

1.     Perusahaan yang berusaha dalam pasar yang sedang tumbuh dan bersifat inovatif serta mempunyai potensi untuk berkembang dimasa yang akan datang.

2.     Perusahaan yang ingin melakukan ekspansi usaha namun karena beberapa keterbatasannya belum dapat menghimpun dana atau melakukan pinjaman kepada perbankan.

3.     Perusahaan yang ingin melakukan restrukturisasi
hutang-hutangnya dan posisinya sudah sangat mengganggu tingkat kesehatan saham
tersebut.

Lahirnya Perusahaan Modal Ventura telah memberi bantuan nyata kepada usaha kecil , menengah dan koperasi. Namun dalam upaya membina usaha khususnya pada para pengusaha masih banyak berbagai permasalahan yang ditemui diantaranya:

1.     Arah bisnis yang belum jelas, terutama untuk jangka panjang karena kebanyakan dari Perusahaan Pasangan Usaha masih berpatokan pada pengalaman masa lalu.

2.     Modal kerja yang minim, sehingga perkembangan usahan menjadi lamban, disamping kurangnya pengetahuan tentang seluk beluk perkreditan maupun pembiayaan.

3.     Manajemen yang belum profesional, adanya monitoring yang dilakukan oleh Perusahaan Modal Ventura selalu dicurigai.

4.     Kurangnya tenaga kerja yang terampil, berakibat pada produk yang dihasilkan tidak kompetitif.

5.     Prospek pasar yang belum jelas (berorientasi produk)

6.     Pemasaran kurang gencar dan cenderung cepat puas dengan pasar yang dimiliki.

7.     Biaya produk tinggi, akibat kuantitas produk reatif kecil akibat daya serap pasar yang terbatas.

8.     Mutu produk yang masih rendah.

9.     Tidak teguh dan kurang ulet dalam menjalankan usaha.

10.  Pemanfaatan waktu yang kurang efisien dan kurang efektif.[6]

Solusi PerusahaanModal Ventura dalam menghadapi permasalahan yang ada antara lain:

1.     Mengidentifikasi kebutuhan.

2.     Membantu permodalan

3.     Memberi tenaga pendamping yang profesional dari PerusahaanModal Ventura.

4.     Memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan usaha.

5.     Membentuk kemitraan sesama pengusaha.

6.     Membentuk jejaring (Net Working) diantara para pengusaha.

7.     Memberikan teknologi yang tepat guna.[7]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar